Kerajaan Aceh Darussalam
Kerajaan / Kesultanan Aceh Darussalam
Didirikan pada tahun 1946 di wilayah Kerajaan Lamuri yang terlebih dahulu ada, pemimpin tertinggi di Kerajaan Aceh berada pada penguasaan Sultan. Pada saat itu, Kerajaan Aceh banyak dikendalikan oleh orang kaya.
Kerajaan Aceh berkuasa kurang lebih selama 4 Abad. Namun pada abad ke 20, kerajaan mengalami kemunduran karena wilayahnya dikuasai Belanda.
2. Kondisi Perekonomian
Terletak di jalur lintas pelayaran dan perdagangan Selat Malaka, Kerajaan Aceh berfokus pada laku perkembangan ekonomi di bidang pedagangan. Saat pemerintahan Sultan Alaudin Riayat, Aceh mengalami perkembangan menjadi Bandar utama di Asia untik pedagang mancanegara dari Belanda, Inggris, Arab, Persia hingga Turki.
Adapun yang diperdagangkan dari Aceh yaitu lada beras, barang tambang, seperti timah, perak, emas, lalu rempah-rempah yang berasal dari Maluku. Sementara itu, di wilayah Aceh, terdapat pedagang mancanegara yang menawarkan barang dagangan atau proses impor.
Saat masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, Aceh mencapai puncak kejayaan. Keberhasilan dalam pemerintahan Aceh didukung oleh kekuatan militer terutama angkatan laut. Bahan, kerajaan ini memiliki armada kapal besar yang bisa mengangkut 600-700 prajurit.
4. Kondisi Sosial
Aceh memiliki golongan bangsawan yang memiliki gelar teuku dan golongan utama yang bergelar teungku. Nah, kedua golongan ini sering bersaing berebut pengaruh dalam masyarakat.
Sultan Aceh merupakan penguasa atau raja dari Kesultanan Aceh Perangkat pemerintah Sultan terkadang memiliki perbedaan tiap masanya. Berikut silsilah Kerajaan Aceh:
a. Sultan Ali Mughayat Syah sebagai raja pertama di Kerajaan Aceh. Dia memerintah pada tahun 1514-1538 M.
b. Sultan Salahudin. Masa pemerintahan mulai 1530-1537 M.
c. Sultan Alaudin Syah. Masa pemerintahan pada tahun 1537-1568 M.
d. Sultan Iskandar Muda. Mulai naik tahta pada awal abad ke 17.
e. Sultan Iskandar Thani.
1.masjid raya Baiturrahman
3. Benteng Indra Patra
7. Enam adat / tradisi masyarakat Aceh
1. Peutron Aneuk
Peutron Aneuk merupakan sebuah tradisi masyarakat Aceh untuk menyambut kelahiran bayi. Tradisi ini biasanya digelar setelah anak pada umur 44 hari, 3 bulan, 5 bulan, hingga 7 bulan.
2. Jak ba Tanda
Tradisi Jak ba Tanda merupakan kelanjutan dari proses lamaran yang biasa dikenal dengan istilah Ba Ranup.
3. Meugang
Kamu dapat menemukan tradisi ini menjelang bulan Ramadan, Hari Raya Idul Fitri, dan hari raya Idul Adha.
4. Tulak balak
Tradisi Tulak Bala merupakan tradisi masyarakat Aceh yang diadakan setahun sekali, tepatnya pada bulan Safar.
5. Peusijeuk
Tradisi Peusijuek biasanya dilakukan dalam serangkaian tradisi adat lainnya seperti pernikahan, syukuran, dan lain-lain.
6. Khanduri pang Ulee
Sebagai perayaan Maulid Nabi, masyarakat Aceh mempunyai sebuah tradisi yang cukup khas, yaitu Khanduri Pang Ulee. Sebelum acara berlangsung, ibu-ibu akan menyiapkan makanan atau kue-kue untuk dibawa ke masjid atau lapangan.
> Sumber
• https://www.idntimes.com/life/inspiration/amp/anoraga-ilafi/tradisi-masyarakat-aceh-c1c2?page=all#page-2
•https://travel.detik.com/travel-news/d-5904209/mengenal-sejarah-raja-dan-kejayaan-kerajaan-aceh-ini-5-faktanya/amp
• https://intisari.grid.id/read/033391133/6-bukti-peninggalan-kerajaan-aceh-makam-hingga-uang-dirham-emas